“SEORANG MUSAFIR MENCARI CINTA DAN CITA-CITA”

Hai teman-teman perkenalkan nama saya Misgirawanti saya lahir pada tanggal 11 April 1996 di Ds. Beringin Agung Kecamatan Antang Kalang, nama ayah saya Mujono dan ibu saya Suraerah. Sekarang saya sudah kelas X11 Ipa sebentar lagi saya ingin lulus dalam UN. Saya mau menceritakan perjalanan hidup saya saat saya berada di Samuda. Pertama saya berangkat ke Samuda saya di bekali uang sebesar Rp.500.000,00 perjalanan dari tempat tinggal selama 6 jam.

Saat saya sudah sampai dipasar Samuda saya bertanya sama bapak-bapak kemudian saya dicarikan ojek untuk menuju rumah Kai Kaspul Anwar. Tapi ternyata ojeknya itu adalah istri bapak tadi itu sendiri. Setelah sampai saya disambut dengan baik sama tuan rumah dan anak santri lainnya. Pada waktu itu formulir pendaftaran di Al-Madaniyah hampir habis tapi untungnya Lukman yang mengambilkan formulir yeah untung saja masih ada dan saya nomor urut ke 96 yaitu nomor yang terakhir dalam pengambilan formulir. Saat saya mau mengisi formulir saya di ajak Holis untuk berfoto dan saya menggunakan motor Dede salah satu anak santri di pesantren ini. Setelah melaksanakan tes saya satu ruangan dengan Huda dan Rolly ereka juga adalah salah satu santri disini juga. Dan masih banyak santri lainnya.

Saat MOS adalah saat-saat yang ditunggu oleh kakak kelas karna saat itulah saat yang mengasyikan dan seru. Saat itu saya sedang sakit, jadi saya masuk ke UKS dan disana ada Rofi Al-Mubaraq dia juga salah satu santri disini, dan satu rumah dengan saya. Saat itu saya merasa senang bisa melihat mereka semua tapi sayangnya Rofi, Dede, dan Lukman kakak kelas diasrama sini dan kami juga termasuk satu sekolahan, ada Rusdi dan Mas’ud mereka sekolah SMP Al-Madaniyah, Yudi sekolah di MTS 1 MHS mereka juga anak santri disini, dan kalian tau kalau saya disini adalah anak santriyah atau anak perempuan disini sendirian lo. Yeah tapi tidak masalah mereka adalah orang-orang yang baik, mereka sudah saya anggap seperti keluarga sendiri.

Saat tes saya belum ada mempunyai kendaraan jadi saya ikut Rumiyati menaiki sepeda pancal, dia adalah tetangga kai Kaspul, saat di jalan tiba-tiba rantai sepedanya terlepas, jadi sepedanya tidak bisa dipakai dech. Keesokkan harinya saya berjalan kaki saat saya berangkat sekolah tapi ada ayah Aulia yang mengantar saya untuk pulang sekolahnya, Aulia adalah teman waktu saya duduk dibangku SMP. Saya tidak menyangka kalau saya  bisa ketemu lagi dengannya disini. Salain satu sekolah saya juga satu kelas dengannya.

Saat puasa tahun 2012 saya tidak pulang kekampung halaman rumah saya karna saya tidak mempunyai uang untuk ongkos taxi pulang kekampung halaman. Sudah 3 bulan saya sekolah di Al-Madaniyah, saat saya berangkat sekolah berjalan dan akhirnya saya telat dan saya dihukum mengambil sampah selama satu bulan. Dan pada saat itulah saya melapor ke orang tua saya. Tidak lama akhirnya  sudah sekitar satu 6 bulan saya baru mempunyai kendaraan sepeda pancal jadi saya tidak terlambat lagi berangkat kesekolahan. Dan saya mulai berteman akrab dengan Rumiyati, setiap pagi saya berangkat bersamanya, setiap pagi saya menunggu dia didepan rumahnya.

Saat pelajaran sosiologi saya dan teman-teman diperintahkan untuk mengajar anak SD di Al-Madaniyah , saya satu kelompok dengan Murni, Musliana, Aulia, Purnamawanti, dan Nur Huwaida. Kami mengajar anak kelas dua B mereka di sebut anak luar biasa dikarenakan mereka sangat nakal atau lebih tepatnya mereka adalah anak yang aktif. Mereka termasuk anak yang tanggap sampai-sampai kami yang kelelahan untuk mengajari mereka. Tapi untungnya nilai sosiologi kami tinggi sehingga kami dapat lulus dalam bersosiologi dengan anak-anak. Setiap ulangan sosiologi nilai kami tinggi-tinggi melebihi KKM, saat uts pertama saya peringkat 24 dan saat ulangan semester 1 peringkat saya menjadi 23 dan tidak diduga-duga saat uts yang kedua peringkat saya menjadi 22. Selama kami masih kelas Xb kami diwajibkan untuk mengikuti pramuka.  Saya aktif dalam bidang pramuka karna saya menyukai pramuka selain pramuka saya juga menyukai ekstrakulikuler karate dan drum band. Tapi saya berhenti latihan drum band karena saya terkena penyakit saaraf, Saat kemah pun datang saya satu kelompok dengan Ronikha, Mardiana, Rumiyati, Raudah, Risa, dan Aulia. Saat malam api unggun kami ada penampilan ka Sri menyanyi, bu Lia manyayi juga Rolly dan kawan-kawan ikut serta menyanyikan lagu yang mereka bisa. Sudah larut malam akhirnya kami pergi untuk istirahat supaya kami bisa bangun malam untuk ikut dalam penjelajahan. Pukul 2 malam kami di bangunkan kakak gugus  untuk menjelajah, sebelum menjelajah kami diperintahkan untuk masuk ke got untuk menghias wajah memakai lumpur yang ada di got itu tanpa alas kaki. Setelah itu kami diperintahkan untuk mencari dasi yang sudah disembunyikan dan dasi itu juga yang akan digunakan untuk menutup mata kami, dan kami mencari di daerah yang masih banyak pohon dan ilalang serta disitu di jaga beberapa orang yang menyamar menjadi hantu untuk menakut-nakuti kami. Setelah itu mata kami ditutup menggunakan dasi dan kami dibawa keliling tanpa melihat. Eh ternyata saya dimasukkan kedalam suatu kolam yang tidak saya ketahui sebelumnya.

Setelah basah kuyup saya mandi dan memakai baju olahraga karena baju pramuka saya basah karena habis masuk ke kolam yang sangat kotor, karna sudah pagi jadi kami diperintahkan untuk senam. Saat siangnya kami disiksa lagi kami diperintahkan untuk menyamar menggunakan rumput dan daun seindah mungkin. Sudah malu dalam perjalanan kami kembali ketenda dan menunggu pengumuman pemenang dalam kemah tahun ini. Ternyata yang menang adalah kelompok Syarmini. Sudah sekitar seminggu menjalani kemah yang menyedihkan akhirnya pemilihan kejurusanpun diumumkan.  Saat itu saya mengambil jurusan Ipa tapi kata bu Syarifah muka saya adalah muka anak Ips dan saat itu saya ingin membuktikan bahwa saya bisa untuk masuk jurusan Ipa. Saat ulungan semester kenaikan kelas saya belajar dengan giat untuk dapat masuk ke Ipa karna anak itu dipilih dari peringkat 1 sampai 15 saja. Dan kalian tau tidak ternyata saya dapat peringkat 15 dan di papan pengumuman nama saya ada tertulis masuk kejurusan x11 Ipa. Dan ternyata benar yang dapat masuk jurusan Ipa cuma ada 15 anak dari kelas XB dan saya salah satunya.

Saat memasuki bulan puasa lagi yaitu puasa tahun 2013 saya diperintahkan bibi, ibu, dan keluarga saya untuk pulang kampung dan saya dikirim uang untuk ongkos taxinya. Mereka bilang kalau  mereka semua kangen sama saya karna sudah satu tahun tidak kumpul bareng. Akhirnya saya minta izin sama ninik untuk pulang kampung dan ninik mengizinkan saya pulang sebelum pulang saya membeli ikan otek dipasar Samuda niniklah yang memesankan ikannya sebanyak 3 kilo. 1 kilonya saya tinggal untuk ninik dan 2 kilonya saya bawa untuk oleh-oleh dirumah Sangai. Saat saya sudah sampai disampit saya dijemput oleh paman saya yang bernama Sajidin dia sebenrnya bukan paman kandung saya tapi dia menyayangi saya seperti anaknya sendiri. Selama perjalanan saya merasa kelelahan karna lumayan jauh yeah sekitar 4 jam dari sampit kekampung halaman rumah saya. Akhirnya sampai juga saya dirumah bibi saya karna ibu saya berada di Pundu. Jadi saya dititipkan kesitu, selama saya berada dirumah itu saya sangat disayangi semua apa yang saya inginkan dituruti, apa yang saya lakukan selalu dibenarkan yeah meskipun terkadang saya sering dapat marah. Setelah 1 bulan saya berada dikampung halaman rumah, banyak pengalaman yang saya dapatkan saat saya berada dirumah bibi saya. Teman baru, suasana baru, dan pengalaman baru, karna baru pertama kali saya tinggal dirumah paman saya selama 1 bulan. Disitulah saya mengenal namanya cinta meski saya tidak tau kalau itu cinta atau bukan tapi saya suka melihat cowok itu, apa lagi setiap habis sahur saya dan cowok itu selalu jalan pagi. Nama cowok itu adalah Mad, meskipun saya tidak tau kalau dia suka atau tidak sama saya tapi entah kenapa saya sangat meyayanginya.

Setelah 1 bulan kemudian liburanpun berakhir. Akhirnya saya kembali ke Samuda lagi bertemu anak-anak asrama dan teman-teman di Samuda lainnya. Wah tidak terasa saya sudah kelas X1 saya, mendapatkan beberapa teman yang belum saya kenal karna saya bukan berasal dari daerah Samuda,  apa lagi anak cowoknya. Pertama yang saya kenal dari cowoknya yaitu Amin selain Amin masih banyak lagi cowok yang belum saya kenal tapi karena waktu akhirnya saya kenal juga dengan mereka. Ada Halim, Ahdi, Nazhan, Egy, Fahri, Zein, Marwan (obeng), Tohir, Amin, Madan, Husain, Roni, Azhar, dan Muslim. Mereka semua memiliki karakter masing-masing.  Saat saya kelas X1 saya juga mempunyai teman dekat yang bernama Anis, Risna, dan Sopi.

Setelah 3 bulan kemudian saya sudah mulai akrab dengan mereka semua dan kami sepakat untuk melaksanakan arisan kelas niatnya selain untuk mengirit juga langsung untuk menabung , setelah semua sudah dapat arisan maka kami berhenti karna menurut kami arisan itu ada untungnya juga ada ruginya. Mereka juga yang mengajari saya dalam segala hal mulai dari menjalani hubungan akrab dengan mereka sampai belajar untuk mendapatkan nilai yang di inginkan. Selain saya sudah tau nama cowok-cowoknya saya juga sudah tau nama cewek-ceweknya, yaitu : Anis, Aulia, Evi, Ferly, Saya( Misgi di sekolah dan Wanti saat diasrama), Huwaida, Murni, Hodijah (dj), Nanda, Elisya, Risna (Samsulwati), Purnama (pj), Sri, Syarmini (Mini), dan cewek yang suka korea yaitu Sopi. Setelah 6 bulan kami memasuki ulangan semester 1 dan ulangan itu kami dipisah-pisah ruangannya. Beberapa kali saya selalu satu ruangan dengan Marwan, Amin, Madan, dan Tohir. Saat kelasmitting kami selalu mendapatkan juara umum, dan kami terkenal sebagai kelas yang kompak dalam berbagai hal serta kelas yang penuh musik saat belajar maupun tidak, saat tampil dimna saja saat upacara benderapun kami menggunakan musik. Karna kebanyakan dari kami menyukai musik semuanya. Dan hampir sekelas saat diberikan angket kami memilih dalam kelas ada musik. Hehe lucu kan? Tapi itulah kami.  Dan tidak jarang juga saya satu ruangan dengan Ferly, Evi, Fahry, Egy, dan Azhar.

Setelah beberapa kali ulangan tengan semester dan ulangan kanaikkan kelas akhirnya kami naik kekelas X11. Pada waktu kemah yang kedua kalinya saya ikut menjadi panitia, saat upacara pembukaan Ahdi teman sekelas saya jatuh pingsan, dan saat api unggun Yudi adik kelas saya juga pingsan, setelah larut malam ternyata banyak yang pingsan bukan karna tidak makan tapi karna kerasukan makhluk gaib. Saat semua orang bingung untuk mengurus anak-anak yang kesurupan saya dilanda kantuk yang sangat berat tapi karna tempat tinggal kami dipakai untuk menyembuhkan orang kesurupan jadi saya memutuskan untuk tidur ditenda sendirian eh ternyata ustad Andika memanggil saya untuk keluar dari tenda, kemudian saya pergi keMushola untuk melanjutkan tidur saya dan ternyata lagi saya di bangunkan bu Angga untuk shalat tahajud setelah shalat saya tidur sebentar dan melanjutkan shalat subuh tidak terasa matahari mulai terbit dari timur, kemudian setelah semuanya sembuh kami merencanakan pulang saja perkemahan dihentikan tidak dilanjutkan lagi.

Iklan

CTA by Ferly .-.

Masa putih abu-abu adalah saksi pendawasaan diri kami. Masa dimana kami telah menginjak remaja. Masa yang penuh dengan rintangan. Masa yang penuh dengan canda tawa, tangisan dan amarah. Di masa inilah aku menemukan banyak hal yang menuntun pendewasaan diriku.

Tidak terasa tiga tahun sudah, aku sekolah di SMAIT AL MADANIYAH SAMUDA ini. Banyak pelajaran yang ku dapatkan selama tiga tahun di sekolah ini. Waktu tiga tahun ini terasa sangat singkat untukku. Entah mengapa aku masih ingin berada di sekolah ini. Aku belum puas dengan apa yang aku dapatkan di sekolah ini, meskipun sekolah ini telah memberikan banyak ilmu yang sangat berharga untukku. Selain guru-guru yang profesional , di sekolah ini juga aku menemukan teman-teman yang banyak membawa pengaruh positif dalam kehidupanku. Disini aku menemukan keluarga baruku, yaitu teman-temanku  yang selalu ada disaatku senang mauapun sedih. Satu bulan terakhir ini adalah masa-masa kami bersaing dan berjuang untuk menuju masa depan dan menggapai cita-cita kami. Bulan-bulan penuh tugas telah kami lewati,Minggu-minggu penuh pikiran telah kami hadapi, dan hari-hari yang penuh rasa cemas akan kami hadapi. Cemas karena kami belum siap menghadapi Ujian yang tidak lama lagi.

Di sekolah ini aku menemukan banyak teman-teman yang mempunyai karakter mereka masing-masing. Ok, aku akan mengenalkan mereka satu persatu.

Temen cewekku yang pertama yaitu Aulia, cewek  yang sedikit kekanak-kanakan, manja, alay dan terkadang dia sangat menyebalkan. Tapi dia temen yang menyenangkan loh, meskipun terkadang nggak nyambung, kalau diajak ngomong. Entahlah, kenapa cewek ini sering menganggap aku sebagai ibunya. Ya ampuuunnnn emang gue mau punyak anak kayak loe ??? hehe bercanda yaaa…kamu udah aku anggap kayak adikku sendiri kok.

Selain itu, aku juga mempunyai teman yang bernama Dijah, cewek yang misterius, jaim dan cuek. sensitif juga dengan perkataan kita, cewek ini sangat mudah tersinggung. Santai girl ,jangan terlalu serius . Ooo..Iya, kapan jatuh cinta lagi, hehe jangan trauma yaa.

Elisya, cewek yang sedikit cengeng kadang penampilannya suka berantakan, tapi dia mempunyai kelebihan yang luar biasa , dia selalu juara 1 dikelas kami. Meskipun berantakan, dia tetep cantik kok, cantiknya kan alami. Sifat cewek ini hampir sama denganku, dia sedikit egois dan suka ngambek. Bedanya, dia kalau ngambek cuman sehari atau dua hari aja, tapi kalo aku ehmm…mereka udah tau selama apa kalau aku ngambek.hmm…entah kenapa hampir semua temen-temenku bahkan guruku juga selalu tertukar kalau manggil nama aku dan Elisya. Padahal wajah kami nggak mirip sedikitpun. Tapi nggak papa lah kalo disamain sama orang yang pinter hehe..

Risna, cewek yang lugu, kalem,sederhana dan berwibawa. Bbrrr cewek ini memang sungguh sangat luar biasa, aku sangat kagum dengannya. Dengan kesederhanaannya, kelembutannya, kepribadiannya,hmm..pokoknya semuanya lah perpect . cewek muslimah, idaman semua lelaki nih…haha. Cewek yang anggun, lemah lembut lagi, bahkan kalo marah aja masih lembut… bertolak belakang banget sama gue.

Nanda, cewek yang tangguh, rajin, tapi kalo dalam masalah percintaan dia terkadang sedikit lebayyy… tapi gak sombong. Cewek ini selalu penasaran dengan hal baru, dia selalu ingin tau hal yang tidak diketahuinya. Cewek yang tembem..Makasih Yaa udah bisa simpan semua rahasiaku. Makasih udah jadi pendengar yang baik,meskipun terkadang ceritaku hanya didengarkan tanpa diberi solusi.hehe… tapi aku udah seneng kok .semoga langgeng terus sama cowoknya yaa, ditunggu undangannya beberapa tahun lagi..hehe

Evie,cewek yang mempunyai kelebihan tersendiri,terkadang alay, cewek yang mudah bergaul dengan teman, enak di ajak bercanda tapi kalau dia lagi bête hmmm… sadis, kena colek dikit aja langsung ngamuk. cewek yang nggak pelit, cewek paling cantik di XII IPA. Semangat untuk dietnya ok. Tapi dietnya selalu jaga kesehatan juga yaa, kamu gini aja udah cantik kok. Jangan males pergi ke sekolah…

Mini,cewek yang suka tidur di kelas,suka dandan,lelet,males belajar,sering telat sekolah, terkadang sering menunda-nunda tugas.hmm…tapi dia anggota Paskibraka loohhh. Temen sekaligus sepupuku ini memang lelet, entah kapan dia berubah. Semoga langgeng sama cowoknya yaa.. ntar aku nyusul..haha

Purnama,cewek yang manja,gak pelit,sedikit sombong tapi kalau bahasa inggris, dia jagonya. Jangan sering buat ahdi galau yaa. hehe

Anis, cewek yang pendiam, tertutup,pemalu tapi enak diajak ngobrol. Aku dulu juga sama kayak dia, tapi sekarang aku udah berubah entah apa yang membuatku sekarang jadi banyak omong. Mungkin diamnya dia karena dia cuek sama hal disekitarnya. Anis,jangan suka diam lagi yaa, cobalah untuk banyak berinteraksi dengan teman-teman disekitarmu, itu lebih menyenangkan.

Sopi,cewek yang sedikit manja,kekanak-kanakan, lebay,alay, tapi nggak sombong. Kalo denger Korea bbrrrr… langsung terbang kelangit.

Huwaida, cewek yang pendiam, sedikit alay,pemalu, nggak pede dan suka tertekan kalau nilainya lebih rendah dari orang-orang tertentu. Jangan pernah menyerah untuk mengejar cita-citamu ok..!masa depan kita sudah diatur, tinggal bagaimana cara kita untuk mewujudkan itu,jadi jangan khawatir dengan kehidupanmu. Kita memang bersaing, tapi bukan untuk dibandingkan. Keep smile…fighting

Misgi, cewek yang nggak banyak omong  tapi banyak makan,cuek dan nggak sombong, dia ahlinya dalam bidang karate. Agak pendiam sih.. tapi bertanggung jawab. Kalo satu kelompok sama dia enak, kalo dia gak tau,dia pasti nanya. Tapi…sedikit malaasss.

Anti, cewek yang jaim,sedikit angkuh,tapi nggak pelit, hmmm….dia punya kelebihan tersendiri. Cewek ini punya suara yang bagus.

Nah ini temen cewekku yang terakhir yaitu Murni, cewek yang macho, alay,hobinya gosip,tapi baik dan nggak pelit. Selalu nyambung kalo diajak ngomong. Nggak sombong, dan nggak heran kalo dia lebih banyak berteman dengan laki-laki, diakan macho. Hehe bercanda yaa Murni..maaf ya kalo guyonanku keterlaluan.

Selain temen-temen cewekku tadi, aku juga punya banyak temen cowok, Mereka semualah yang selalu ada dibelakangku. Mereka yang selalu menghapus air mataku, mengukir senyum diwajahku, dan menyembuhkan semua rasa sakitku.

Entah kenapa guys sekarang aku merasa hubungan kita semua merenggang, nggak kayak dulu lagi. XI IPA yang selalu kompak dalam hal apapun. Aku ingin kembali ke masa itu guys, aku merindukan masa-masa itu. Masa dimana kita selalu mendukung satu sama lain. Tapi kenapa disaat-saat terakhir ini kita malah semakin berjauhan. XII IPA kembalilah seperti dulu, saat kita masih kelas XI IPA. kita adalah keluarga yang  tak bisa dipisahkan.

Tak lama lagi kita akan berpisah, tak akan ada lagi canda tawa diantara kita, tak ada lagi sekolah yang membosankan, tak ada lagi kejailan yang kita lakukan. Aku akan selalu mengenang kebersamaan kita, saat kita makan bersama, salat berjamaah,belajar bersama dan bercerita tentang hal-hal konyol. Mungkin dulu kita sering mengeluh dengan semua tugas sekolah,kita bosan belajar dan kita bosan pergi ke sekolah. Tapi aku yakin suatu saat kita akan merindukan semua keluhan itu, kita akan merindukan kebosanan itu,kita akan merindukan masa putih abu-abu ini, kita mungkin ingin kembali kemasa itu. Namun kesempatan tidak akan datang dua kali. Masa putih abu-abu memang sangat singkat. Semuanya akan menjadi kenangan dalam kehidupan kita.

Guys….cepat atau lambat kita semua akan berpisah, kita akan menempuh kehidupan kita masing-masing, kita akan menemukan dunia kita yang baru. Tapi ingat satu hal guys meskipun kita terpisahkan oleh jarak yang jauh, jangan pernah lupakan kebersamaan kita. Percayalah aku akan selalu merindukan kalian. Kita semua adalah bintang, hanya waktu yang menentukan kapan kita akan bersinar. semoga kita semua bisa menggapai cita-cita kita semua.

Terima kasih untuk semua guru-guruku. Kalian telah mendidikku dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Kalian telah memberikan banyak ilmu yang sangat berharga dalam hidupku. Kalian mengajarkan aku menjadi yang terbaik. Kalian tak pernah lelah mengajariku saat aku tak bisa mengerjakan soal yang kalian berikan. kalian bukan hanya sekedar guru bagiku, tapi kalian adalah orangtuaku yang selalu membuatku merasa nyaman dan aman berada disamping kalian. Terimakasih atas semua ilmu yang kalian berikan. Maaf saat aku membuat kekacauan disekolah, maaf saat aku membuat kalian marah, maaf jika kata-kata yang keluar dari mulutku menyinggung perasaan kalian karena aku tidak bermaksud membuat kalian kesal, maaf saat aku tidak memahami perasaan kalian, maafkan semua kesalahanku.

Inilah guru-guruku yang luar biasa :

Pak Burhan : Guru Matematika kami sejak kelas X sampai XII. Guru yang perpect dalam mengajar Matematika. Sebelumnya aku nggak pernah menyukai pelajaran matematika, tapi entalah mengapa saat  beliau yang mengajar, aku sangat menyukai pelajaran itu. Mungkin karena penjelasan beliau yang sangat mudah ku pahami, sehingga membuatku terpesona dengan Matematika. Meskipun aku nggak pintar dalam hal matematika, tapi aku sangat menyukainya. Karena matematika itu hal yang pasti. terimakasih pak, atas semua ilmunya, terimakasih telah membimbing kami dalam menghadapi semua soal yang membuat otak kami eror. Guru yang nggak sombong, nggak pelit, sederhana,  dan baikkkkk bangeetttt. Oo iya, selain ahli dalam bidang matematika, beliau juga ahlinya di pelajaran Kimia,B.inggris dan TIK lohh.Perpect..!

Pak Slam : Guru B.Inggris kami sejak kelas XI  sampai XII. Guru yang asyik, jail,nggak pelit,  nggak sombong , dermawan, bijaksana, pengertian dengan kondisi muridnya, kreatif dan nggak membosankan. Suka dengan semua permainan yang beliau buat, suka sama cara beliau ngajar. Guru yang jarang marah, tapi kalo sekali marah, brrrr…. Semuanya langsung diam. Nggak berani ngapa-ngapain. Hmm…terkadang suka nyindir sih.

Pak Didi :Guru Bahasa Indonesia Kami sejak kelas X sampai XII. Guru yang sedikit alay, tapi wajar sih beliaukan guru bahasa. asyik, kalo ngajar nggak membosankan, kreatif banget. Bayangin aja, anak-anak teater bimbingan beliau bisa masuk Nasional hmm…siapa yang nggak bangga kalo punya guru kayak gitu.

Pak Kholis : Guru PAI kami selama kelas XI dan XII. Guru yang bijaksana, nggak suka yang ribet-ribet. Pokoknya asyik lah.

Pak Nanang : Guru PAI kami kelas X. Guru yang sangat dermawan, suka bercanda, asyik ,nggak ngebosenin, meskipun aku hanya sempat diajar satu tahun saja oleh beliau, tapi waktu singkat itu sangat berharga untukku. Sangat banyak ilmu yang sangat berharga yang telah beliau berikan kepadaku. Aku sangat beruntung pernah menjadi murid beliau.

Pak Marbawi : ini adalah guru fiqih kami sejak kelas X sampai XII. Guru yang sangat baik, nggak pelit dan nggak suka yang ribet-ribet.

Pak Bana : Guru PENJAS kami sejak kelas X sampai XII. Guru yang cool, asyik diajak berteman ,nggak pilih-pilih.beliau juga jago karate loh…!

Pak Tohir : Guru B.Arab dan Al-quran kami sejak kelas X sampai XII. Guru yang sangat jenius, cool, nggak sombong, nggak pelit, tapi jarang senyum. Kalo lagi bercanda, heboohhh banget.

Pak Supri : Guru Matematika, tapi beliau nggak ngajar kami. Beliau mengajar kelas X dan XI. Menurutku beliau guru yang asyik, sederhana,baik banget,nggak sombong, pinter banget. Terimakasih pak udah bantu kami untuk daftar masuk PTN.

Pak Dika : Guru Biologi kami sejak kelas X sampai XI. Guru yang cool, baik, dan asyik. Terimakasih pak atas ilmunya. Meskipun beliau udah nggak ngajar lagi di sekolah kami, tapi beliau masih punya kenang-kenangan di sekolah ini. Yaitu pohon ketapang yang telah kita tanam bersama semua anak muridmu ini.

Pak Warta : Guru TIK kami Kelas XI. Meskipun beliau hanya mengajar kami selama 3 bulan,tapi ilmu yang beliau berikan sangat bermanfaat bagi kami. Beliau juga sempat menjadi wali kelas kami loh…!

Pak Fathur : Guru TIK kami kelas X. Guru yang agak pendiam, tapi kalo lagi ngajar asyik, serius dan nggak pernah marah.

Pak Agusta : Guru TIK kami kelas XII. Guru yang baik, dermawan, dulu beliau juga sempat jadi guru tahfiz kami. Asyik orangnya dan nggak sombong.

Pak Aziz : Guru Kesenian kami kelas XII. Karena beliau ngajar disekolah kami nggak nyampe satu bulan, jadi aku belum begitu mengenal karakter beliau. Yang aku tau beliau itu guru yang nggak pilih-pilih, nggak sombong,cool dan asyik.

Pak Anto : Guru PKN kami sejak kelas X sampai XII. Guru yang enak diajak ngobrol. Pengetahuannya sangat luas. Nggak pilih-pilih temen. Pokoke asyik.

Bu Fita : Guru Fisika kami sejak kelas XI sampai XII. Guru yang baik, muslimah,cantiknya alami, nggak pelit, nggak sombong, sederhana, kalem, dan berwibawa. Guru yang udah aku anggap sebagai kakakku ini sangat enak diajak curhat loh, dulu aku parnah curhat sama beliau dan beliau memberiku solusi untuk semua masalahku hingga masalahku selesai. Terimakasih yaa bu, udah jadi pendengar yang baik dan makasih atas semua sarannya. Beliau ini sangat jarang marah,selalu tersenyum tapi kalo lagi serius,seriussss bangeetttt. Suka cara beliau ngajar, nggak membosankan.

Bu Angga : Guru Ekonomi kami kelas X. meskipun beliau hanya mengajar kami satu tahun lamanya,sampai sekarang aku masih akrab sama beliau. Karena orangnya asyik diajak bercanda,nggak pelit,nggak sombong,tegas,cantik, selalu tersenyum, memang sih sebeliau sering marah sama kami, tapi itu emua juga karena kesalahan kami yang membuat beliau marah. Kalo beliau marah pokoke nggak ada yang berani gerak, hehe..

Bu Lusi : Guru Biologi kami kelas XII. Guru yang nggak sombong, apa adanya, cantik, baik, paling tertekan kalo nilai kami turun, hehe…makasih yaa bu udah perhatian sama kami semua.

Bu Leni : Guru Sejarah kami kelas XI sampai XII. Guru yang sedikit cuek, tapi baik dan cantik.

Bu Lia : Guru Kimia kami kelas X.  Guru yang mengasyikkan, kreatif, cantik, baik, nggak sombong. Hmmm… jadi kangen sama beliau. Karena beliau hanya mengajar kami saat kami kelas X, kangen sama cara beliau ngajar. Beliau adalah salah satu guru yang selalu tertukar kalo manggil nama aku dan Elisya.

Bu Lisda : Guru Kimia kami Kelas XII. Guru yang asyik diajak bercanda, baik, dan cantik.

Bu Desi : Guru Fisika kami kelas X. Guru yang sederhana,cantik, kalem, nggak sombong, lemah lembut dan nggak pernah marah sama kami.

Bu Supatmi : Guru Kimia kami kelas XII. Karena beliau baru mengajar kami selama 3 bulan, jadi aku belum begitu mengenal karakter beliau. Yang aku tau beliau nggak sombong dan baik.

Bu Sri : Guru Kimia kami kelas XI. Paling asyik kalo belajar kimia sama beliau, nggak sombong, murah senyum, kalo lagi belajar sama beliau pokoknya nggak membosankan.

Bu Fitri : Guru Sejarah,Sosiologi dan Geografi kami kelas X. Guru ini memang memegang 3 mata pelajaran sekaligus, pinter banget kan. Meskipun beliau sangat sering masuk kelas, tapi kami nggak pernah bosan sama pelajaran beliau karena beliau selalu mengerti keadaan kami. Bahkan pelajaran beliau masih teringat sampai sekarang.

Bu Sarifah : Guru B.Inggris kami kelas X. Guru yang cantik,baik,nggak sombong,asyik, cara ngajar beliau nggak membosankan dan nggak pelit.

Bu Partiyah : Beliau adalah kepala sekolah kami. Sosok wanita yang luarbiasa. Pinterrr bangeettt, berwibawa, selalu tersenyum,nggak pelit,baik pokoke kepala sekolah yang sempurna lah.

Mereka semualah yang memberikanku ilmu yang sangat bermanfaat. Mereka yang memberitahuku tentang apa yang tidak aku ketahui, mereka yang membuatku semangat untuk sekolah.merekalah yang telah mendidikkku dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Thanks to: pak Burhan , pak Slam , pak Didi , pak Kholis , pak Nanang, pak Marbawi , pak Bana , pak Tohir, pak Supri, pak Anto, pak Dika. Pak Warta, pak Fathur, pak Agusta ,pak Azis , bu Fita , bu Angga , bu Lusy , bu Leni , bu Lia , bu Lisda, bu Desi , bu Supatmi , bu Sri, bu Fitri, bu Sarifah, dan bu Partiyah.

“KISAH KLASIK” CTA by Nanda

“CATATAN AKHIR SEKOLAH”

“KISAH KLASIK”

Oleh : Nanda Avisya

Jabat tangan ku, mungkin untuk yang terakhir kali

Kita berbincang tentang memori di masa itu

Peluk tubuhku usapkan juga air mataku

Kita terharu seakan tak bertemu lagi

Bersenang-senanglah

Karena hari ini yang kan kita rindukan

Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah karena waktu ini yang kan kita banggakan di hari tua

Sampai jumpa kawanku

Semoga kita selalu

Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah

Karena hari ini yang kan kita rindukan

Di hari nanti…

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian………

Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian………..

Waktu seakan tak mau berhenti berlalu, hari seakan tak mau berhenti tuk berganti. Kita sudah melewati masa tiga tahun ini begitu cepat walau terkadang terlintas lelah disela keceriaanya yang pernah kita ukir bersama. Tak terasa, masa putih abu-abu ini akan segera berakhir. Masa dimana kita menemukan cinta, kesetian, dan kasih sayang ini akan segera berganti dengan kehidupan fana yang akan kita ukir dan bangun seperti hidup kembali.

Kita, tidak akan ada kita lagi di hari nanti. Mungkin hanya ada aku, dia, dan kamu. Mungkin di saat ini semua berakhir, kamu juga tidak akan mengenal aku lagi, kita akan menjadi orang asing, dan menjadi manusia yang seolah-olah sudah dewasa dan menjadi individu baru yang entah menjadi luar biasa atau menjadi luar binasa. Tapi jika ini semua sudah berakhir dan kita tidak menjadi sedekat dulu, aku hanya ingin, kalian mengingat kisah kita dengan catatan ini, kisah tawa, tangis, bahagia, dan kesedihan yang pernah kita alami bersama, yang kita lewati dengan emosi labil anak SMA dan kita jalani dengan hati putih seorang remaja.

Kita berjumpa karena tujuan yang sama, menjadi baik dan indah, menjadi pintar dan pandai, dan karena cinta Tuhan yang berbelas kasih menyatukan hamba kecilnya  yang sudah terlepas dan menyatukannya kembali di sini. Surga yang telah dia sediakan, untuk membimbing kita menjadi manusia-manusia yang lebih bernyawa, memahami hidup dan mensyukurinya, menikmati hidup dan memanfaatkan hidup yang diberikan-Nya. Tuhan begitu sayang dan mencintai kita, dengan tangan-Nya kita berada di tempat ini, tempat yang dipenuhi dengan keindahan walau terlihat gersang, yang di penuhi kedamaian walau kadang membuat tegang, tempat yang di penuhi dengan tangan-tangan Tuhan yang dengan kesucian hatinya, mencucurkan keringat dan air matanya untuk kita, memberikan yang terbaik hanya untuk membuat kita merasa nyaman, walau terkadang kita yang tidak pernah merasa bersyukur ini mencaci mereka, mencaci akan keputusan terbaik mereka untuk kita, untuk kita menjadi lebih baik dan dicintai Tuhan.

Waktu itu tidak akan bisa terulang, waktu dimana kita masih kenal tak kenal, tidak menyayangi dan mencintai teman bahkan seseorang yang sudah dengan lelah mengawal hidup kita, kita seakan hanya individu yang hidup di dunia asing, tak nyaman dengan segala peraturan dan aturan, tak nyaman dengan segala perintah dan seruan, kita bahkan selalu membangkang, meneteskan air mata jika apa yang diberikan pada kita terlalu berat dan memaksa walaupun hal tersebut demi kesuksesan kita. Kadang kita merasa jengkel, dan berpikir apa yang mereka perintah adalah lelucon yang melelahkan, membuang waktu tenaga serta pikiran. Kita juga kadangkala berpikir, ingin segera mengakhiri kisah ini karena rasa lelah yang kita terima, sudah mengotori jiwa dan raga kita. Tapi kita tak pernah sadar, perintah, seruan dan rasa jengkel yang kita terima selama inilah yang membangun kita, dan itulah yang akan menjadi kenangan yang akan selalu kita ingat, saat Pa Didi mengatakan kita adalah gadis-gadis gatal yang centil itu menjadikan kita wanita yang lebih bisa menghargai dan menjaga kehormata kita dihadapan laki-laki, saat Pa Burhan marah dan merajuk karena kita yang terlambat mengumpulkan tugas yang beliau berikan itulah yang menjadikan kita lebih disiplin dan tidak meremehkan tugas yang dia berikan walau sebaik apapun dia kepada kita, bahkan saat kita di marahi saat kita merasa tidak salah dan selalu benar, itu yang menjadikan kita sadar bahwa bagaimanapun guru itu akan selalu benar. Pada awalnya itu memang membuat kita gusar, membuat kita benci dan frustasi karena kerasnya ajaran yang ada di sekolah ini.

Tapi kini kita sudah beradaptasi, kita sudah melewati kerasnya seleksi alam dan menjalani sukarnya mempertahankan diri. Walaupun kita masih berbeda, dan perbedaan itu diperbesar ketika kita menjajaki jenjang yang lebih menguji nyali, namun kita semakin terikat,kita menjadi saling mengenal dan kita berubah dari seorang individu menjadi sekelompok komunitas yang mendiami sebuah ekosistem yang saling memberi dan berbagi dalam sebuah wadah bergelar  IPA.

Walaupun kita tidak mempunyai sologan layaknya IPS BEMBA ataupun IPS BERJAYA tapi dengan mudah kita bersatu, dengan kekompakan yang tidak pernah diciptakan sebaik ini. Kita bisa menutupi perbedaan besar itu di sini, dengan kepandaian yang kita dapat dengan peluh dan air mata, dan kreativitas yang tiba-tiba mengembang ketika kita dipersatukan, kita menjadi begitu kuat dan tak mau kalah. Kita berusaha bahkan tak kenal lelah apalagi malas menghadapi segala tantangan dan cobaan yang menghadang perkumpulan kita, itu semua karena kita berjodoh. Ya kita berjodoh dalam segala hal, bukan jodoh karena kita saling mencintai antar insan, tapi kita saling menyayangi dan menjadi saling membutuhkan dalam sebuah kelompok.

Pertama kali kita dipertemukan, kita bagai anak yang terombang ambing yang ditelantarkan orang tuanya, namun itulah yang membuat kita hebat. Dengan bangga kita mampu berdiri sendiri, mengukir kreatifitas tanpa menjadi anak yang manja. Membuat kita begitu bangga. Kita selalu melakukan semuanya bersama-sama, mendekorasi kelas dan menjadi pelopor tetangga kita untuk meniru kita, mengerjakan tugas biologi yang akhirnya sia-sia, rapat sebelum upacara bendera agar selalu menjadi tampil beda, menampilkan muhadaroh dengan segala keterbatasn yang kita miliki, bahkan latihan drumb band di dalam kelas dan setiap hari hanya untuk merebut predikat kelas paling kreatif. Kita juga pernah mendapat gelar kelas terkompak, ingatkan? Itu saat kita merayakan prom day, dan itu semakin membulatkan kita, bahwa kita adalah kelas terkompak di sekolah ini, dan aku yakin tidak pernah ada yang mampu mengalahkan kita, karena sampai saat ini gelar itu masih ada ditangan kita.

Tapi entah ini hanya perasaan ku atau ini memang benar-benar terjadi. Kini kita hanya menjadi kompak dan kreatif saat ada pertandingan  namun itu juga tak pernah semaksimal dan menakjubkan seperti dulu lagi. Kita seakang mengukir jarak, membuat kita semakin renggang tak seperti dulu lagi. Kita semakin jarang berbicara dan mengobrol bersama, mungkin kita lebih banyak bertengkar dan merajuk karena keegoisan satu sama lainya.

Masa penjajakan akhir kita menempuh banyak masalah yang datang kian menanti. Kita mendapat cobaan yang benar-benar berat. Mulai dari teman-teman kita yang tiba-tiba menjadi sakit padahal mereka begitu tampak sehat, itu juga merupakan hal yang membuat kita terpukul karena saudara kita yang harus berjuang lebih keras dibanding kita, teman kita menjadi berubah dan membuat kita menjadi malu dan terpukul, hingga sampai berada di tahun yang memberikan soal Ujian Nasional 50% sulit yang pada akhirnya saat try out tak banyak yang nilainya menjadi turun dan tak karuan. Ini begitu menakutkan, tapi yang aku harapkan kita akan membuka amplop kelulusan itu dengan bangga. Tanpa ada rasa malu dan terpukul. Kita harus bisa, oleh karena itu kita harus mencoba dan mencoba. Batas akhir kita tinggal selangkah lagi, kita tak boleh kalah. Yang bodoh matematika, belajarlah dan jangan pasrah seperti aku juga, yang tidak pandai kimia karena tidak pernah memahami saat dijelaskan, mari kita belajar bersama agar kita menjadi bisa dan mampu membuktikannya, walaupun kita tak sebaik dan sehebat kakak kelas kita dulu, paling tidak kita harus meninggalkan kenangan bahwa kita adalah tahun kedua yang mendapat cobaan terbesar namun kita mampu mengalahkannya. Kita harus berjuang bersama, yang pintar yang pelit, yang bodoh jangan sombong, mungkin memang sedikit terlambat, tapi tidak akan pernah ada kata terlambat jika kita mau berusaha bersama.

Kisah putih abu-abu ini akan segera berakhir, setiap jam, menit, dan detik yang kita tempuh, menjadi sangat begitu berarti. Kita harus mengukir kenangan. Kenangan yang tak perlu mengisahkan tangis, duka atau kehilangan, kita hanya perlu melukiskan tawa, bahagia serta rasa rela melepaskan yang akan menghadirkan tangisan di dalam kerinduan disaat kita saling mengingat. Saat kita mengingat betapa jahilnya Muslim bahkan cerewetnya Halim. Saat kita tertawa membayangkan kelucuan Evie dan alaynya Ahdi. Ketika kita sadar, bahwa kenakalan Zein dan Thohir, hanyalah sebuah bumbu manis anak SMA yang menghadirkan luka bercampur kebahagiaan. Ketika kita juga merindukan gaya berpakaian Mini yang selalu gemerlapan dan betapa sederhananya Risna dibalut jilbab merah tuanya yang panjang. Kita akan merindukan keunikan mereka, bahkan kita akan merindukan keanehan Elisya yang bermuka lengo namun dianugrahkan Tuhan otak yang luar biasa pintar dan ketulusan hati, sikap Huwaida yang selalu bersaing dalam pelajaran yang menghadirkan motivasi, bahkan kita akan merindukan Ferly yang selalu merajuk kepada kita walaupun sedikit menyebalkan. Kita juga akan merindukan kebaikan dan ketabahan Sri kepada kita,dan tentunya kalian juga harus merindukan sikap garang dan baikku, yah aku rasa begitu J

Kita akan segera meninggalkan mereka, meninggalkan Anis yang diam namun murah senyum,Misgi yang berwajah polos tapi berjiwa kuat serta Murni yang memiliki wajah pendiam namun mulutnya selalu ceplas ceplos. Kita akan meninggalkan kegajean Aulia dan misteriusnya Dizah, kita juga akan meninggalkan kepanikan Sopie dan pasti merindukannya kelak, akan meninggalkan PJ yang selalu bernyanyi yang meninggalkan trend-trend music baru di kelas kita.

Tidak akan ada lagi  canda dan tawa Madan atau anehnya  Husein, bahkan tidak akan ada lagi laki-laki tegas seperti Egy hingga yang playboy seperti Amin, mungkin kita juga akan jarang menemukan teman serajin dan agak aneh seperti Nazhan dan yang terlalu santai seperti Roni. Tidak akan ada lagi muka galau seperti Fahri dan si tukan tidur tapi pintar seperti Azhar bahkan orang untuk di buli yang memiliki kebesaran hati seperti Obeng(Maruwan).

Itu semua hanyalah sepenggal karekter yang mungkin akan mengingatkan kita tentang mereka di masa nanti. Ketika kita sudah menjadi tua dan renta, dan sudah saling kenal tak kenal.

Tidak ada CLBK atau bahkan cinta lokasi lagi di sini, tidak akan ada lagi persaingan atau mungkin kekompakan di sini,  karena tidak akan lagi tempat ini, kita harus berpisah dan menjalani hidup baru dan kisah baru lagi. Selamat tinggal kawan, hanya satu yang aku mau, kita, harus menjadi sukses, patahkan takdir yang meramalkan kisah burukmu, dan ukirlah takdir baru yang melukiskan sebuah kisah indah tentang kebangkitanmu di masa depan.

I Love You, You Love Me, We Are Happy Family…

With a Great Big Hug And a Kiss From Me To You, Wont You Say, You Love Me To :*

Good Bye Science Class, We Are The Best And Always The Best.

Samuda, April 2015

KENANGAN TERINDAH

Hai teman-teman aku mau cerita nih, tentang pengalamanku selama sekolah di SMAIT Al Madaniyah Samuda. Baca yukkk !!!

Nama lengkapku Aniswatun Hasanah lahir di Basawang, 16 Mei 1996 atau bisa di panggil Anis. Begini ceritanya tiga bulan yang lalu atau lebih tepatnya waktu aku sudah lulus SMP, awalnya aku tidak kepikiran bahwa aku akan masuk di SMA IT Almadniyah Samuda yang sekarang jadi tempatku menuntut ilmu selama 3 tahun. Aku masih bingung karena ayahku bilang bahwa aku tidak akan melanjutkan sekolah, tapi untungnya pamanku menyuruh aku melanjutkan SMA di tempat beliau di SMAN 1 Kuala Pembuang. Ayahku menyetujuinya namun ketika  malam ayahku bilang kalau aku di suruh mencoba mendaftar di SMA Almadaniyah Samuda ”mungkin akan ada keberuntungan bisa di terima disana supaya tidak jauh dari keluarga” kata ayahku. Ternyata teman-temanku juga ada yang mendaftar di SMA IT Almadinya Samuda, jadi aku semakin yakin bahwa aku akan mencoba mendaftar di tempat itu berkat dukungan dari teman-temanku juga. Setelah pendaftaran di buka aku tidak mengambil formulirnya sendiri tapi pamanku yang mengambilkannya di samuda bersamaan dengan formulir teman-temanku yang lain.  Setelah formulir diisi dan setelah melengkapi persyaratannya formulir tersebut di serahkan ke SMA IT Almadaniyah Samuda.  Kemudian pamanku yang Kuala telfon katanya pengambilan formulir sudah di buka, aku jadi bingung sementara di sini aku tinggal menunggu tes saja, kemudian malamnya ayahku bilang kalau aku disuruh mengambil formulir dua di Samuda dan di Kuala untuk jaga-jaga kalau tidak di terima di samuda bisa melanjutkan SMA di Kuala. Sebenarnya aku berat hati tapi aku memantapkan hati agar aku bisa melanjutkan sampai SMA saja, kemudian ayahku menelfon pamanku yang di Kuala bilang kalau aku juga akan mengambil formulir di kuala dan pamanku juga sudah tau kalau aku juga mengambil formulir di samuda, karena tes di samuda masih lama jadi ada kesempatanku untuk ke kuala mengambil formulir di SMA 1 Kuala Pembuang.

Keesokan harinya aku bersama ayahku pergi ke kuala untuk mengambil formulir, disana pamanku juga sudah menunggu, kami sampai di rumah pamanku siang hari dan aku bersama ayahku  istirahat sebentar sebelum aku mengambil formulirnya.  Sekitar jam 2 siang aku berangkat bersama ayahku dan pamanku ke tempat panitia pengambilan formulir dan setelah mendapatkan formulirnya kami pulang ke rumah. Aku langsung mengisi formulir tersebut karna besok formulir tersebut sudah harus diberika setelah mengisi formulir tersebut, kemudian aku melengkapi persyaratan yang tertera seperti fotocopy ijazah, fotocopy surat keterangan berkelakuan baik,  fotocopy kartu golongan darah, dan lain-lain. Karna aku belum punya kartu golongan darah jadi aku harus ke dokter memeriksa golongan darah terlebih dahulu. Setelah semuanya lengkap besoknya aku ke SMA 1 Kuala Pembuang untuk memberikan berkas tersebut. Namun disana tidak ada tes di lihat dari nilai rata-rata rapot minimal 7,0 bisa masuk mendaftar di sekolah tersebut. Setelah selesai aku diberi kartu pengumuman kelulusan dan di suruh datang pada hari pengumuman tersebut, kemudian aku pulang ke rumah pamanku dan sorenya aku bersiap-siap pulang ke rumahku di Sawang karna yang di Kuala sudah selesai tinggal menunggu pengumumannya saja. Beberapa hari kemudian, seluruh siswa baru masuk ke sekolah SMAIT Almadaniyah Samuda untuk mendengarkan pengumuman kapan tes akan di laksanakan. Beberapa hari kemudian setelah pengumuman tes tersebut, tes tertulis di adakan di gedung SMAIT Almadaniyah kelas X A dan X B, namun itu semua belum selesai karna masih ada satu tes lagi yang harus di laksanakan yaitu tes lisan yang akan pada esok harinya. Keesokan harinya tes lisan di laksanakan, aku berangkat bersama dengan teman-teman yang lainnya. Setelah selesai tes kami pulang kerumah dan sisa menunggu pengumuman saja yang akan diumumkan beberapa hari setelah tes tersebut.

Setelah beberapa hari dari tes tersebut pengumuman kelulusan tes masuk pun diumumkan, aku merasa gugup karna aku takut kalau tidak di terima di sekolah tersebut, karna aku takut akan mengecewakan kedua orang tuaku karna selama ini kedua orang tuaku sangat berharap kalau aku bisa di terima di SMAIT Almadaniyah Samuda, pagi harinya hujan turun sangat lebat bertepatan dengan hari pengumuman kelulusan tes masuk, kami menunggu sampai hujan reda setelah reda kami berangkat ke sekolah untuk melihat hasil pengumuman tersebut, tapi sebelum kami sampai hujan turun dengan lebatnya terpaksa kami berteduh di pos pinggir jalan . setelah kami berangkat lagi dan sampai di sekolah sekitar jam 09.00 WIB. Namun hasilnya tidak jadi diumumkan karna hujan turun dengan lebatnya dan siswa yang lain pun juga masih ada yang belum datang jadi terpaksa hasilnya tes di tempel di madding ( majalah dinding ). Aku masih merasa takut untuk melihat hasilnya karna aku takut kalau tidak lulus namun aku memberanikan diriku untuk melihatnya dan aku mencari namaku belum ketemu,aku sudah merasa gugup setelah melihat kebawah aku menemukan namaku berada di urutan ke-15 dan temanku Risna juga lulus, dan temanku yang lainnya juga lulus termasuk Amin, Samsul, dan Sandri juga lulus jadi kami semua merasa bahagia dan setelah itu kami pulang tidak tau hujan turun dengan lebatnya kami tetap pulang ke rumah karna sangat bahagia bisa diterima di sekolah tersebut, termasuk aku sendiri sangat bahagia karna bisa lulus tes tersebut dan tidak jadi sekolah di SMAN1 Kuala Pembuang di tempat pamanku. Sesampainya dirumah hujan sudah reda dan aku merasa kedinginan tapi aku tidak peduli karna sangat bahagianya, dirumah aku melihat ibuku dan beliau melihatku dan langsung bertanya bagaimana hasilnya tapi aku diam saja di dalam hatiku aku ingin memberikan kejutan pada ibuku, tapi ibuku menunggu jawaban dariku dan aku bilang kalau aku lulus tes tersebut mendengar itu semua ibuku sangat bahagia, dan esok harinya ibuku mengajakku ke pasar untuk membeli peralatan sekolah sebelum nanti masuk sekolah.

Hari pertama sekolah pun telah dimulai dan aku menyambutnya dengan sangat bahagia sekali seperti biasa aku berangkat bersama tema-temanku yang lainnya, sesampainya di sekolah sudah banyak siswa yang lain berdatangan hari pertama masuk sekolah kami masih di beri pengumuman kapan MOS ( masa orientasi siswa ) akan di mulai, tiga hari kemudian kami di bagi menjadi beberapa kelompok dengan ketua gugus masin-masing, dan keesokan harinya mos hari pertama dimulai dan berjalan dengan baik begitupun dengan hari-hari seterusnya sampai akhirnya kami resmi menjadi siswa SMAIT Almadaniyah Samuda, pada saat itu kami masih memakai seragam SMP sekitar satu bulan karna seragamnya belum dating tapi itu tidak membuat kami sedih kami semua tetap semangat, aku merasa karna di kelas kami Xb semua perempuan dan semua cowonya di kelas Xa, setelah kenaikan kelas kami baru di campur dengan cowonya karna penjurusan tapi diantara kami masih ada yang tidak mau gabung bersama cowonya karna mungkin sudah merasa nyaman kalau semuanya perempuan tapi mau gimana lagi penjurusan harus tetap dilakukan dan akan dicampur dengan cowonya. Aku masuk di jurusan IPA, aku merasa sangat bahagia dan hari-hari berikutnya dilalui dengan berbagai senyuman dari teman-teman tapi kami masih merasa canggung kepada cowonya karna mungkin sudah satu bulan tidak bergabung dengan cowonya jadi kami merasa sedikit canggung, tapi setelah beberapa hari semuanya kembali seperti semula kami berteman dengan sangat baik dan tertawa bersama dengan teman-teman sampai kelas kami mendapat predikat kelas terkompak karna setiap ada apa-apa kami selalu merundingkannya satu kelas agar tidak ada yang merasa dirinya tidak dianggap di kelas, ada suatu kejadian pada saat perpisahan kelas XII teman-temanku mengusulkan kalau mengolah batik kelas khusus dipakai apabila ada acara-acara khusus kami selalu memakai batik kelas seperti perlombaan, dan lain-lain. Kami membeli kain batiknya dua minggu sebelum acara perpisahan, makanya kami semua resah kalau sampai acaranya kain batik tidak jadi tapi untungnya sekitar satu atau dua orang yang belum jadi batiknya, jadinya minjam batik punya ketua kelasnya yang sekarang jadi ketua kelas di XII IPA. Ketua kelas kami sangat baik walaupun sering di ejek oleh teman-teman yang lain sebagai ustad, kenapa dibilang sebagai ustad ? karna dia penampilannya memang seperti ustad setiap hari selalu pakai pece tapi ketua kelas kami  baik kok karna setiap ada kegiatan di kelas dia yang selalu iurannya paling banyak jadi kami tidak merasa rugi,tapi kasihan juga sih kalau melihat dia di ejeken terus tapi cuma bercanda kok tidak sampai menyakitkan hati, tapi dia memang terlalu baik mungkin hatinya walaupun di ejeken tidak pernah sakit hati sama sekali.

Setelah kami naik ke kelas XII IPA aku mulai merasa bosan belajar tidak terlalu semangat, tidak seperti kelas X dan kelas XI aku berfikir bahwa hanya aku saja yang merasa bosan tapi ternyata tidak teman-teman yang lainpun juga merasa bosan, sampai di kelas kami mulai ada masalah dan semakin hari semakin banyak masalah yang terjadi di kelas, walaupun hanya satu orang yang berbuat masalah tapi siswa yang lain pun dibawa-bawa walaupun siswa yang lain tidak tau masalahnya. Yang membuat kami semua semakin sakit hati kenapa siswa yang bermasalah tidak mau sadar dan meminta maaf atas kesalahannya, bukannya sadar bahwa dia bermasalah tapi malah seperti orang yang tidak bermasalah malah semakin membuat banyak masalah  yang terjadi. Tapi kami tidak mengurusnya karna masih banyak tugas yang lain yang menunggu seperti try out kabupaten sebelum menghadapi ujian nasional, dan tugas yang lain-lainnya. Suatu hari kami satu kelas melakukan perundingan kalau pada saat perpisahan nanti teman kami mengusulkan kalau akan membuat baju batik longdress dengan tambahan memakai satin, awalnya salah satu dari teman kami tidak setuju tapi akhirnya dia menyetujuinya walaupun dengan berat hati. Keesokannya kami tabungan untuk membeli kain batik tersebut ada yang mengambil uang tabungan dan lain-lain. Setelah kain tersebut datang kami melihat warnanya dan sungguh tidak mengecewakan hati, karna katanya memakai tambahan satin aku dan Misgi menitipkan kain satin dengan Murni karna dia mau kesampit untuk mendaftar polwan di sampit dan sekalian membeli kain satin. Sore harinya Murni datang dan sudah membelinya warna satinnya warna toska sesuai dengan warna di batiknya, keesokan harinya waktu masuk sekolah ternyata masalah satin warna toska malah membuat kami sedikit bertengkar, teman kami ada yang sudah membeli satin warna emas dan kami bertiga warna toska jadi kami merasa tidak enak dengan teman-teman yang lain yang sudah membeli satin warna emas hanya karna kain satin kami hampir saja bertengkar tapi untungnya sampai tidak separah itu sih Cuma sekedar tidak enak hati saja pada teman-teman yang lain tapi akhirnya malah banyak yang memilih warna toska, jadi sekarang satinnya ada dua warna toska dan emas masalah satin sudah selesai dan masalah yang belum selesai masalah ujian nasional yang sisa menghitung hari saja. Sudah dulu ya catatan akhir sekolahku sampai sini dulu……..bye……bye…..????

“Lirik Lagu Adista – Aku Dan Dia”

Terasa indah saat bersamamu
Terasa damai saat disampingmu
Namun kini yang terjadi
Kau membagi cinta dengan sahabatku

Reff:
Dua cinta terbagi antara aku dan dia
Yang ternyata sahabatku sendiri
Ku relakan kau bersamanya asalkan engkau bahagia
Biarlah derita ini kini ku tanggung sendiri

Ku tak mau didua bila harus menderita
Menahan segala sakit dan perihnya

Ku relakan kau bersamanya asalkan engkau bahagia
Biarkan derita ini kini ku tanggung sendiri

Back to Reff: 3x

“HAMPA TANPAMU”

Hay teman-teman terima kasih sudah memberikan saya kebahagian yang tak ternilai… selama saya berada di dekat kalian saya merasa semua masalah yang saya alami telah menghilang berganti kebahagian yang kalian berikan kepada saya, untuk itu saya tidak akan pernah bisa melupakan kalian semua.